Media Informasi, Kumonikasi Dan Edukasi

Headline

Email: donsisco.p.sh@gmail.com
Phone: +6281342240782

hOt MUSIC

Sabtu, 16 Januari 2010

Cara Mudah Menyelesaikan Skandal Bank Century

Pansus DPR Skandal Bank century sudah memasuki bulan ke 2, akan tetapi skandal yang potensial merugikan negara ini semakin membuat kita bingung, benarkan negara dirugikan atau tidak. Hal ini dapat kita lihat dari perkembangan kinerja Pansus yang telah memeriksa beberapa orang saksi.

Penyelematan Bank Century memiliki 3 persoalan yakni, Dasar Hukum Pemberi kebijakan penyelamatan dalam hal ini KSSK ( Komite Stabilitas Sistem Keuangan ), Alasan penetapan Bank Century sebagai Bank gagal yang ditenggarai berdampak sistemik, dan aliran dana Bail out sebesar 6,7 Triliun.

Sebelum dan saat pansus bekerja mengenai persoalan dasar hukum KSSK, ketua KSSK pada saat itu Sri Mulyani menyatakan bahwa dasar hukum KSSK ada yakni Perpu No.4 tahun 2008 walaupun perpu itu sendiri sudah ditolak oleh DPR.

Mengenai alasan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik juga masih debatel sifatnya, dimana pihak pemeberi kebijakan bersiteguh dengan pendapat mereka bahwa Bank century merupakan bank gagal yang ditenggarai berdampak sistemik sehingga perlu diselamatkan walupun bank tersebut kecil karena pada masa itu terjadi krisis global yang melanda dunia dan pertimbangan psikologis pasar. Pendapat ini sangat berbeda dengan pendapat sejumlah pengamat maupun dari pihak profesional yang menyatakan bahwa Bank century sangat tidak mungkin berdampak sistemik karena Bank Century adalah bank kecil dan hanya dibawah 0,1 % dari modal perbankan nasional.

Demikian juga halnya mengenai aliran dana bail out tersebut sampai saat ini juga masih simpang siur, hanya isu beredar bahwa dana tersbut mengalir kepada satu kelompok dan kelompk tersebut juga membantah dengan tegas dan juga melaporkan sumber isu tersebut tapi sangat disayangkan perkembangan laporan kelompok tersebut kepada pihak kepolisian tidak ada lagi kabarnya. Lembaga yang berhak mengeluarkan transaksi perbankkan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga tidak dapat berbuat banyak dan sampai saat ini hanya 200 Milyar yang mampu dilacak dari 6,7 bailout tersebut.

Adanya perbedaan pendapat antara saksi yang diperiksa dan para pengamat membuat kita semakin bingung, bahkan ada pendapat bahwa dari beberapa jawaban saksi merupakan sebuah kebohongan yang direkayasa sedemikian rupa agar masuk akal. Siapa yang benar dan salah pada kasus yang telah banyak menyita perhatian ini sampai saat ini masih kabur, walaupun pansus telah memanggil hampir semua saksi yang terkait pada kasus ini mulai dari proses merger bank century sampai pihak yang terkait penyelematan Bank century.

Perbedaan pendapat memang hal yang wajar dalam sebuah pengertian , tapi bukan dalam hal mengatakan yang ada namun tidak ada dan sebaliknya, demikian juga yang sebenarnya tahu tapi dibilang tidak tempe :), ini namanya pembohongan.

Setiap memberi kesaksian para saksi memang di sumpah dibawah kitab suci. Akan tetapi hal itu bukan berarti apa yang dikatakan saksi tersebut benar apa adanya, karena saat ini sumpah bukanlah sesuatu yang sakral ataupun ditakuti, Sumpah saat ini hana dibuat untuk meyakinkan orang agar suapaya orang yakin, Tapi belum tentu ditepati lihat saja sekarang, banyak sekali manusia melanggar sumpah, mulai dari sumpah jabatan, sumpah suami-istri, bahkan yang murtad juga banyak. Singkatnya Sumpah sekarang adalah permainan.

Hal ini jugalah yang membuat para pencari jawaban mengenai Kasus Bank Century ini merasa belum puas karena banyak sekali keganjilan yang menghasilkan kesan para saksi berbohong mengenai jawabannya. Sehingga masih ada gerakan-gerakan ketidak percayaan terhadap penjelasan para saksi dan bahkan gerakan emosional seperti meneriakan maling pada Wakil presiden Boediono dan Sri Mulyani.

Sebenarnya ada cara yang sangat gampang untuk menyelesaikan Skandal Bank Century dan biayanya juga cukup murah tidak sampai 2,7 milyar, tidak memakan waktu yang lama, menghibur, tepat sasaran, dan yang paling penting skandal ini cepat selesai dan tidak menganggu para saksi untuk mengerjakan tugasnya.

Solusinya sederhana Panggil Uya Kuya atau Master Hipnotis lainya, setelah dijadikan tidak sadar para saksi akan menjawab dengan alam bawah sadarnya yang murni dan jujur tanpa terkontaminasi dengan dengan pengaruh dan kepentingan. Niscaya maka Skandal yang sudah membua kita capek ini akn cepat selesai dan sekaligus menghibur kita setelah bersitegang selama ini dalam kasus Bank "malapetaka" ini.

NB: Uya Kuya Adalah seorang Entertainer/ Magician yang mengasuh Acara Reality Show di SCTV " UYA memang KUYA" dimana pada setiap episode dia mensugesti seorang agar terlelap kealam bawah sadar dan mempertanyakan beberpa hal pada si tersugesti/hipnotis dan mereka sangat jujur untuk menjawab.
READ MORE >>

Jumat, 28 Agustus 2009

Garda Banper Sumut Membuka Posko Relawan Ganyang Malaysia

GARDA BANPER Sumut Membuka Posko Ganyang Malaysia
Negara Malaysia sudah Menjajah Indonesia …!!! ini merupakan suatu pertanyaan yang selalu tersirat didalam hati kaum intelektual muda bangsa Indonesia yang telah memahami dan merasakan bahwa Malaysia telah menjajah bangsa Indonesia dengan menggunakan berbagai macam "Modus dan Strategi. Telah banyak bukti dan fakta nyata, jika Malaysia sudah lama menjajah Indonesia dari segi ekonomi yakni: mulai mencuri kayu hutan, mencuri ikan dilaut Indonesia, menguasai lahan-lahan perkebunan sawit, coklat dan karet di beberapa Propinsi di Indonesia.Malaysia juga telah menguasai berbagai macam bahan baku untuk keperluan Industrinya. Selain itu Malaysia juga melakukan penjajahan dari segi budaya yakni : pencurian terhadap berbagai macam hasil budaya asli bangsa Indonesia mulai tari-tarian, lagu daerah dan bahkan kesenian asli daerah yang ada di Indonesia. Banyak Tenaga Kerja Indonesia yang diperkosa, disiksa dan bahkan sampai dibunuh. Ditambah lagi banyak pulau-pulau terluar Indonesia yang telah di incar untuk dikuasai, karena Malaysia telah ketahuan menggeser beberapa titik tapal batas Negara Indonesia.
Mungkin saja.. Bapak Presiden Jendral (purn) DR. H. Susilo Bambang Yodhoyono dan seluruh jajaran TNI mulai dari pangkat Jendral sampai pangkat Briptu agak “Gentar atau Kencing Celana” bila berhadapan dengan serdadu Malaysia. Apapun alasan pemerintah Indonesia sehingga tidak berani untuk mengambil sikap tegas dengan Negara Malaysia, biarlah itu menjadi urusan dan menejadi rahasia para pejabat petinggi di Republik Indonesia ini. Karena jalur diplomasi udah tidak jamannya lagi bila hendak menyelesaikan masalah dengan negara Malaysia. Jadi kita sebagai pemuda udah terlalu capek dan bosan terus-terusan melihat kenyataan pahit yang terus menindas dan membodoh-bodohi anak-anak bangsa ini.
Untuk itu, kami pemuda Indonesia yang berada di bagian barat yakni Provinsi Sumatera Utara yang tergabung dalam ormas Gerakan Pemuda Banteng Perjuangan (Garda Banper) siap untuk menjadi relawan Ganyang Malaysia dan kami siap untuk dilatih lebih professional lagi secara militer demi mempertahankan harga diri, martabat dan sumber-sumber kekayaan bangsa Indonesia.
Bagi rekan – rekan muda yang masih memiliki sedikit saja rasa patriotisme dan nasionalisme kebangsaan Indonesia, kami Dewan Pimpinan Daerah GARDA BANPER Propinsi Sumatera Utara mengajak seluruh lapisan masyarakat yang ingin ikut “Mengganyang Malaysia” kami membuka Posko Relawan Ganyang Malaysia di Jalan Jamin Ginting Gg Dipanegara Kota Medan. Kami sangat mengharapkan bagi rekan –rekan muda untuk segera mendaftarkan diri, agar dapat secepatnya dibekali dan diberi pelatihan demi kejayaan bangsa Indonesia dari bentuk penjajahan bangsa asing. (Vivera vericoloso)
READ MORE >>

Rabu, 26 Agustus 2009

Garda Banper Medan Diminta Kawal Pemilu 2009

Garda Banper Medan Diminta Kawal Pemilu 2009
Anggota DPD -RI Dr Ir Nurdin Tampubolon yang kini sebagai caleg DPR RI Partai Hanura mengharapkan, keluarga besar DPC Garda Banper Medan mengawal Pemilu 9 April nanti sehingga Pemilu tidak ternoda atau cacat.
Jangan sampai ada yang nodai, hasil yang menang dikalahkan dan yang kalah dimenangkan. Biarlah yang menang jadi pemenang dan yang kalah tetap kalah, kata Nurdin Tampubolon saat menerima pernyataan dukungan DPC Garda Banper Medan di kantor “ Nurdin Center” Jl Iskandar Muda Medan, Selasa malam (31/3).
Pernyataan Garda Banper disampaikan Ketua DPC Medan Henry Jhon Hutagalung dan Supratman Siahaan, dihadiri Caleg DPRDSU Partai Hanura Noviarsyah SE dan juga managemen “Nurdin Center” Awaluddin Thayab serta seratus orang lebih anggota Garda Banper dari 19 PAC kota Medan.Sumber (SIB)
Nurdin Tampubolon caleg DPR RI Capil I Medan, Deliserdang, Sergei dan Tebing Tinggi itu mengatakan masih menjadi anggota DPD sampai 31 September 2009 dan kalau Tuhan mengijinkan akan dilantik nantinya sebagai anggota DPR RI. Garda Banper adalah ormas pemuda yang sudah banyak berbuat, semoga semakin besar dan lebih banyak karya nyatanya.
Kerjasama dukungan ini diharapkan saling menguntungkan menyukseskan Pemilu dan memenangkan kami. Bila dikerjakan secara tulus hasilnya akan signifikan. Mari menangkan pertandingan ini secara fair dengan memilih sesuai hati nurani rakyat. Hanura akan membangun ekonomi kerakyatan, katanya.
Kita harus mandiri. Dalam penggalian SDA milik kita, rakyat yang kerjakan, bukan orang asing yang datang ke Indonesia, sehingga kita hanya sebagai penonton. Kita jangan tergantung bangsa lain, kita akan berjuang sehingga Ketua Partai Hanura Wiranto bisa jadi Capres, katanya.
Ekonomi yang dibangun di perkotaan, hanya melibatkan sekelompok kecil elit manusia. Jadi tidak terjadi pertumbuhan ekonomi yang kuat di akar rumput. Demokrasi jangan hanya mengadopsi kepentingan sekelompok orang saja. Kita perlu perubahan dan untuk itu perlu dukungan rakyat.
Menyinggung “politik uang” tidak boleh dibiarkan sebab akan lunaslah suara rakyat, karena sudah duluan dibeli. Caleg yang demikian tidak akan memperjuangkan nasib rakyat lagi. Demikian pula kemajuan ekonomi yang selalu diutarakan, itu bohong semua, karena kenyataan di Belawan saja, tukang belah ikan hanya bergaji Rp7000 sehari, sehingga anak-anak nelayan di bawah umur juga harus ikut melaut, katanya.
Ketua DPC Garda Banper Medan Henry Jhon Hutagalung mengatakan, Garda Banper berdiri sejak 1999 dengan 21 PAC dan yang hadir disini 19 PAC, anggotanya berjiwa nasionalis punya disiplin dan loyalitas tinggi, Bukan anderbow parpol. Pada Pemilu 2004 partai yang didukung menang, namun terakhir kami dianggap warga kelas dua. Diharapkan caleg yang kami dukung jangan mengutamakan kekayaan pribadi, tanpa memperhatikan rakyat, katanya.
Acara ditandai memakaikan jaket Nurdin Center kepada Henry Jhon Hutagalung oleh Nurdin Tampobolon dan simulasi cara mencontreng yang benar. (M5/d)
READ MORE >>

Garda Banper Medan Denai Jagokan Cagubsu Syamsul Arifin

Garda Banper Medan Denai Jagokan Cagubsu Syamsul Arifin
Sesuai dengan aspirasi yang digali dari masyarakat dan simpatisan se-kecamatan Medan Denai dan diputuskan dalam Musyawarah Anak Cabang Khusus (Musancabsus) Garda Banper Medan Denai yang diadakan akhir Februari 2008 lalu di Sekretariat Jalan Rawa Cangkuk III, untuk merekomendasikan kepada DPC Garda Banper kota Medan untuk mendukung Cagubsu Syamsul Arifin dan Cawagubsu Gatot Pujo Nugroho dalam Pilgubsu yang diadakan April mendatang.
Ketua Garda Banper Medan Denai Gabe Lumban Tobing Amd menjelaskan, Sabtu (8/3) bahwa Musancabsus Garda Banper Medan Denai dihadiri unsur DPC Garda Banper kota Medan Supratman Siahaan dan Sahat Situmeang. Sementara pengurus anak cabang Garda Banper Medan Denai hadir Wakil Ketua Bostan Simanjuntak, Donald T dan Ramli. Sekretaris dan wakilnya Dian Dona Uli Hutahaean, Ayi dan Sarifuddin. Bendahara dan wakil Agus Gafri dan Zulkifli Hutasuhut. (M5/i). Sumber SIB.
READ MORE >>

GALLERY

Followers

 

Copyright © 2009 by Gerakan Pemuda Banteng Perjuangan Powered By Blogger Design by ET